Cari Blog Ini

Memuat...

Entri Populer

Jumat, 18 November 2011

thermometer dan fungsinya

Macam Macam Termometer
Termometer Laboratorium
Termometer ini menggunakan cairan raksa atau alkhohol. Jika cairan bertambah panas maka raksa atau alkhohol akan memuai sehingga skala nya bertambah. Agar termometer sensitif terhadap suhu maka ukuran pipa harus dibuat kecil (pipa kapiler) dan agar peka terhadap perubahan suhu maka dinding termometer (reservoir) dibuat setipis mungkin dan bila memungkinkan dibuat dari bahan yang konduktor.

Termometer Klinis
Termometer ini khusus digunakan untuk mendiaknosa penyakit dan bisanya diisi dengan raksa atau alkhohol. Termometer ini mempunyai lekukan sempit diatas wadahnya yang berfungsi untuk menjaga supaya suhu yang ditunjukkan setelah pengukuran tidak berubah setelah termometer diangkat dari badan pasien. Skala pada termometer ini antara 35°C sampai 42°C.

Termometer Ruangan
Termometer ini berfungsi untuk mengukur suhu pada sebuah ruangan. Pada dasarnya termometer ini sama dengan termometer yang lain hanya saja skalanya yang berbeda. Skala termometer ini antara -50°C sampai 50°C

Termometer Digital
Karena perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer digital yang prinsip kerjanya sama dengan termometer yang lainnya yaitu pemuaian. Pada termometer digital menggunakan logam sebagai sensor suhunya yang kemudian memuai dan pemuaiannya ini diterjemahkan oleh rangkaian elektronik dan ditampilkan dalam bentuk angka yang langsung bisa dibaca.

Termokopel
Merupakan termometer yang menggunakan bahan bimetal sebagai alat pokoknya. Ketika terkena panas maka bimetal akan bengkok ke arah yang koefesiennya lebih kecil. Pemuaian ini kemudian dihubungkan dengan jarum dan menunjukkan angka tertentu. Angka yang ditunjukkan jarum ini menunjukkan suhu benda

Termokopel
Sensor temperature dibuat dari pasangan kawat termokopel
tembaga konstan dengan koefisien seebeck 40 microvolt/celcius derajat.
Pengukuran relative antara dua buah titik junction. Dengan
demikian untuk dapat mengukur temperature objek secara mutlak,
temperature salh satu junction harus terukur yang selanjutnya disebut
sebagai temperature referensi.
Temperatur referensi diukur dengan IC sensor temperature LM35.
Secara elektronik temperature objek diperoleh dari selisih temperature
objek dengan temperature referensi ditambah dengan temperature
referensi itu sendiri.
Temperatur yang diindera dengan sensor yang menghasilkan
sinyal analog dirubah menjadi pulsa dengan frekuensi yang sebanding.
Jumlah pulsa yang terjadi pada interval waktu tertentu direkam dengan
fasilitas printing calculator.
Keluaran alat berupa angka cacahan yang terekam pada kertas
yang merupakan nilai yang sebanding dengan rata-rata temperature
selama sepuluh menit (atau tergantung waktu yang dibutuhkan).
Termometer gas volume konstan
 Termometer ini menggunakan tekanan pada volume konstan sebagai sifat metrik. Jika volume gas dibuat konstan, maka tekanannya bergantung pada temperatur
 Oleh karena itu, jika temperatur naik, tekanan pada gas akan meningkat. Perubahan nilai tekanan tersebut berlangsung secara linier sehingga dapat dijadikan sebagai alat pengukur temperatur.
pV = T, (persamaan keadaan gas ideal)
 Untuk kalibrasi menggunakan pengukuran tekanan gas pada 2 suhu.
 Pada dasarnya terdiri dari :
 Bohlam C dari kaca, porselen mengkilap, menyatu kuarsa, platina atau platinum-iridium (tergantung pada rentang suhu di atas yang akan digunakan) dan dihubungkan oleh sebuah tabung kapiler ke sebuah alat pengukur tekanan merkuri seperti manometer terbuka
 Reservoir air raksa R gunanya untuk menjaga titik acuan E tidak berubah

Termometer merkuri

 Cara Kerja :
 Sebelum terjadi perubahan suhu, volume Merkuri berada pada kondisi awal.
 Perubahan suhu lingkungan di sekitar termometer direspon Merkuri dengan perubahan volume.
 Volume merkuri akan mengembang jika suhu meningkat dan akan menyusut jika suhu menurun.
 Skala pada termometer akan menunjukkan nilai suhu sesuai keadaan lingkungan.
Termometer tahanan:
Thermometer ini merupakan salah satu dari termometer elektronik yang menggunakan termistor.
 Termistor ini terdiri dari
 kawat halus platina
 kerangka mika,
 tabung
 Termometer ini bekerja berdasarkan sifat termometrik yaitu perubahan tahanan listrik bahan logam bila suhu berubah
 Memiliki ketelitian 0,001 C.

 Termometer bimetal
 Salah satu pemanfaatan sifat termometrik pemuaian panjang logam adalah pada termometer bimetal.
 Dalam termometer bimetal, digunakan keping bimetal yang tipis dan berbentuk spiral.
 Prinsipnya, apabila suhu berubah menjadi tinggi, keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang keoefisien muainya lebih tinggi, sedangkan jika suhu menjadi rendah, keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang keofisien muainya lebih rendah.
 Range : -650c – 4300c
 Ketelitian : 0.50c – 120c
Pyrometer
 Pyrometer bekerja dengan mengukur intensitas radiasi yang dipancarkan oleh benda yang sangat panas
 Instrumen pyrometer tidak menyentuh benda panas sehingga pyrometer dapat dipergunakan untuk mengukur suhu yang sangat tinggi (kira-kira 500oC sampai 3000oC ) yang dapat membakar habis termometer jenis lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar